Home / Aplikasi / Kelebihan Dan Kekurangan Steller, Sebagai Media Sosial Lengkap Konten Tapi Membingungkan!
steller
themes steller

Kelebihan Dan Kekurangan Steller, Sebagai Media Sosial Lengkap Konten Tapi Membingungkan!

Steller Sebagai Pedang Bermata Dua Sekaligus Medsos Tak Real Time!

Dotekno.com- Media sosial teranyar Steller resmi masuk di Indonesia bulan April 2016. Kehadiran Steller ini tentu membuat sebagaian para nettizen membandingkan apa kelebihan dan kekurangan Steller.

Pada dasarnya media sosial Steller ini memiliki prinsio yang sama rata sama rata. Pengguna dapat memakai teks, foto, dan video saat bercerita dengan cara menggabungkan ketiganya.

Dengan mengusung prinsip sama rata sama rasa, Steller tidak menganak emas atau menganaktirikan sebuah format konten. Bisa dikatakan tak ada format konten yang utama maupun yang melengkapi.

Pada Steller, teks foto dan video mempunyai posisi yang sama. Ketiganya saling membutuhkan satu sama lain. Tak lain untuk berkolaborasi membentuk alur kisah yang runut. Karena kembali pada prinsipnyam Steller adalah kesatuan dan keutuhan cerita.

Berikut ini adalah kelebihan media sosial Steller

  1. Mirip blog

Dengan menggabungkan teks, foto dan video bisa dikatakan bermain medsos ini mirip dengan bermain blog. Hanya saja antar muka lebih simple, menggunakan format mobile, dan mengusung desain futuristik.

Berbeda halnya dengan instagram yang lebih menitikberatkan pada foto. Konten teks hanya sebagaia pelengkap foto.

Sedangkan twitter bertumpu pada konten teks. Format visual digunakan sebagai komplementer.

  1. Cocok untuk semua pengguna media sosial

Steller merupakan media sosial yang cocok untuk semua karakter pengguna medsos. Seperti pengguna Twitter, path, blog, instagram, dan youtube serta facebooker.

Menurut Dita Wistarini, pencetus #StellerID, Steller dapat digunakan untuk bercerita. Dapat digunakan untuk showcasing skill disertai cerita. Bahkan dapat juga digunakan sebagai tutorial.

Jika dibandingkan dengan media sosial lainnya, pengguna instagram dapat mengunggah foto usai melakukan travelling ke sebuah kota.

Pengguna Youtube dapat mengunggap sejumlah seri vlog (video blog) untuk mengekspresikan cerita travellingnya di sebuah kota.

Senada dengan di atas, pengguna twitter bisa berkicau atau kultwit tentang perjalanannya di sebuah kota tersebut.

Saat di Steller, pengguna dapat menceritakan perjalanannya di instagram, youtube, dan twitter dalam satu cerita lengkap. Dalam satu unggahan cerita yang panjang dan lebar dengan menggabungkan semua konten.

steller

  1. Meningkatkan kreativitas pengguna

Pengguna medsos teranyar ini seakan dipaksa berkreasi, berekspresi , dan mengeluarkan kreativitasnya sebagus mungkin. Bak pedang bermata dua.

Sayangnya dengan memaksa pengguna untuk mengeluarkan kreativitasnya, Steller juga dianggap mempunyai kekurangan.

Kekurangan Media Sosial Steller

  1. Sebagai media sosial yang terlalu serius

Pengguna dipaksa bercerita dengan menggabungkan ketiga konten sehingga dianggap ceritanya cukup mendalam. Padahal sejatinya media sosial hanya digunakan sebagai hiburan pelepas rutinitas. Sehingga sebagian netter menganggap Steller sebagai media sosial yang terlalu serius.

Sebagai contoh, pendiri akun @butuhlibur, Yoga Takai. Ia mengunggah aktivitas liburannya ke instagram. Menurutnya Steller serius untuk pencitraan. Hal ini diungkapkan setelag ia menjajal Steller namun ternyata tak ada minat menjadi penggunanya.

Menurutnya, media sosial adalah wadah untuk mengaktualisasikan diri dengan menunjukkan intelektualitas, hobi, status sosial, prestasi, dan hal bersifat duniawi lainnya.

Sehingga instagram dirasa cocok karena lebih simpel. Pengguna dapat mengunggah foto kemudian menambahkan beberapa baris teks sebagai caption. Pengguna tak dituntut panjang untuk bercerita secara mendalam.

steller

  1. Penggunaannya membingungkan

Pengguna media sosial juga berpikir Steller hanya dapat digunakan untuk bercerita tentang perjalanan dan hal – hal yang relevan. Penggunaannya dianggap membingungkan.

  1. Kurang realtime

Karena harus menggabungkan 3 konten, pesaing instagram ini dianggap kurang real time. Dengan alasan pengguna harus berpikir lama untuk bercerita tentang sebuah tema.

Berbeda halnya dengan Twitter dan Path yang hanya membutuhkan waktu singkat. Pengguna dapat bercerita langsung saat mengalami peristiwa tertentu.

Demikian ulasan dotekno tentang kelebihan dan kekurangan Steller. Terlepas dari itu semua, kembali pada prinsip seseorang bagaimana cara memaknai media sosial. Tak ada yang salah atas semua pendapat yang menjadikan medsos sebagai hal serius dan sebagai selingan.

Untuk anda yang penasaran cara memainkannya, silakan unduh aplikasi ini di Google Play Store atau Apple App Store. Selamat mencoba!

baca juga :

Cara Menyusun Cerita Di Steller

 

About chandra

hay, saya chandrakirana. penulis Dotekno.com yang ingin berbagi seputar informasi. semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat !!!

Check Also

aplikasi-streaming-musik

Aplikasi Streaming Musik Gratis Di Android

Aplikasi Streaming Musik Terpopuler Saat Ini Dotekno.com– Bagi penikmat musik, kamu wajib cobain aplikasi streaming …